Gaga-gara Hal Ini, Es Krim Magnum Ditarik di Pasar Inggris, Bagaimana Nasipnya di Indonesia?

24 April 2024, 13:44 WIB
Es Krim Magnum /Tangkapan layar facebook/ @Resep alami dan sehat/

DeranaNTT - Salah satu produk makanan ringan Unilever seperti Es Krim Magnum dikabarkan telah ditarik di pasar Inggris.

Hal tersebut, diketahui setelah Badan Standarisasi Keamanan Pangan (FSA) Inggris menemukan kandungan berbahaya di dalamnya.

Kandungan yang ditemukan FSA itu, seperti plastik dan logam yang sangat berdampak buruk bagi kesehatan para konsumen yang mengonsumsinya.

Baca Juga: Diduga Mengandung Bahan Berbahaya, Es Skrim Mangnum Tarik dari Peredarannya

"Produk ini (es krim Magnum) mungkin mengandung potongan plastik dan logam sehingga tidak aman untuk dimakan," jelas FSA dalam situs resminya, melansir Pikiran Rakyat Jabar, Rabu siang.

Dengan ditemukannya bahan-bahan tersebut, pihak Unilever telah mengumumkan bahwa es krim Magnum Almond dengan kode batch L3338, L3339, L3340, L3341, dan L3342 berhenti dari peredarannya di pasar Inggris.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, FSA Inggris dengan sigab telah mengeluarkan Pemberitahuan Informasi Penarikan Produk bagi para konsumen.

Baca Juga: Nekat Konvoi Pasca Ujian Akhir Sekolah, Polisi Amankan Sembilan Pelajar SMK di Labuan Bajo

Lantas bagaimana nasip Es Krim Magnum di Indonesia?

Menurut Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Noorman Effendi, produk serupa yang teridentifikasi di Indonesia tidak mengandung cemaran logam dan plastik, sejalan dengan konfirmasi dari Unilever bahwa produk yang ditarik dari pasar Inggris dan Irlandia tidak beredar di Indonesia.

Unilever menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kualitas produk yang mereka tawarkan kepada konsumen dengan langkah ini.

Baca Juga: Deretan Figur yang Sudah Nyatakan Maju pada Pilkada Manggarai Timur

Meskipun belum ada laporan konsumen yang terpengaruh oleh produk ini, penarikan kembali dilakukan sebagai langkah pencegahan dan responsif terhadap temuan potensi kontaminasi.***

 

Editor: Mulia Donan

Sumber: Pikiran rakyat jabar

Tags

Terkini

Terpopuler